Sekdisdik Inhil Buka Pelatihan K13 jenjang SD

TEMBILAHAN- Kepala Dinas Pendidikan Inhil, Drs H Helmi D MPd yang diwakili Sekretaris Disdik Inhil, HM Hatta Mas’ud membuka secara resmi pelatihan kurikulum 2013(K13) bagi jenjang Sekolah Dasar(SD) dilingkungan Dinas Pendidikan tahun 2015 yang dipusatkan di Tembilahan.
Dalam kesempatan itu juga hadir kasi Kurikulum SD, Wiryadi S Sos beserta peserta yang terdri dari para guru-guru SD masing-masing Kecamatan, dimana setiap kecamatan mengutus dua orang guru dengan total keseluruhan peserta sebanyak 40 orang.
Dikatakan HM Hatta Mas’ud bahwa menjadi seorang guru bukan perkara mudah dan gampang, namun profesi guru itu mulia dikarena yang dikerjakan adalah mendidik orang dan memberikan pelajaran bagi generasi bangsa dari yang tidak tau sama sekali menjadi pintar dan cerdas. Untuk K13 yang dipastikan cepat atau lambat akan berlaku seluruh satuan pendidikan terutama jenjang SD, dimana Inhil melalui Dinas pendidikan terus berbenah dan mempersiapkan diri salah satunya pelatihan bagi guru.
“ Melalui pelatihan ini diharapkan para guru SD dapat memanfaatkan sebagai kesempatan untuk menambah wawasan dan pemahaman K13, dan diminta para guru yang mendapat kesempatan dilatih ini dapat menyebarluaskan ilmu yang didapat kepada guru lainnya yang belum dapatkan pemahaman apa itu K13” himbaunya.
Sementara Kasi Kurikulum SD, Wiryadi S Sos mengaku pelatihan K13 ini merupakan kelanjutan angaktan Pertama dan kedua, dimana jumlah peserta kali ini berjumlah 40 orang yang terdiri dari guru SD kelas III, dimana setiap Kecamatan yang ada di Inhikl mengutus dua orang guru untuk dilatih.
Lanjut Wiryadi yang juga selaku Ketua Panitia, bahwa tujuan diadakan pealtihan K13 ini tidak lain selain sebagai persiapan jenjang SD terutama para gurunya dalam berlakunya K13, juga untuk memberikan motivasi para guru agar benar-benar terus meningkatkan komptensi, dimana metode pembelajaran di K13 tidak lah sama seperti Kurikulum KTPS, karea di K13 anak-anak didik diharuskan lebih aktif dan para guru juga dituntut aktif sehingga peran guru dan siswa sama-sama aktif sehingga menghidupkan budaya pendidikan efesien dan produktif.



