Berani Coret Baju dan Konvoi, Diancam Tidak Dapat Ijazah
TEMBILAHAN- Pemerintah Kabupaten Inhil melalui Dinas Pendidikan Inhil memberi ultimatum bagi para pelajar yang akan dinyatakan lulus nanti. Jika ada pelajar berani corat-coret seragam, tubuh, atau apa saja termasuk berkonvoi dijalan untuk selebrasi kelulusan maka tidak akan diberi ijazah.
“Kalau sampai ketahuan coret-coret dan konvoi dijalan, kami tidak akan melayani pengurusan administrasi dan tidak keluarkan ijazah,” kata Kepala Dinas Pendidikan Inhil, Drs H Helmi D MPd melalui Sekretaris Disdik Inhil, HM Hatta Mas’ud saat memberikan sambutan dalam acara perpisahan SMAN 2 Tembilahan kemarin.
Masih di Katakan Hatta bahkan, untuk mengantisipasi corat-coret seragam sekolah dan berkonvoi dijalan, pihaknya meminta pihak sekolah dapat mengatisipasiserta memberikan larangan serta menyurati wali murid bersangkutan kalau perlu undangan orangtua.
“ Jadi sekolah diminta aktif dan memberikan ketegasan dan kebijakan untuk melarang hal tersebut, sebab hal seperti itu sangatlah merugikan lebih baik baju itu disumbangakn kepada adik-adik kelas yang tidak mampu sehingga jauh lebih bermanfaat” Ucapnya
Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Tembilahan Victoria SPd MM berjanji akan melaksanakan perintah tersebut.
“Murid yang lulus tidak akan kami layani administrasi pengurusan ijazahnya jika datang ke sekolah tidak dengan seragam sekolah lengkap dengan atributnya. Makanya, seragam jangan dicorat-coret, dan saat penguman nanti pihaknya akan mengundang orang tua” katanya.
Polres Inhil beserta Dinas Perhubungan juga akan menindak murid-murid yang melakukan konvoi dengan kendaraan usai pengumuman kelulusan



